Bisnis | Senin, 24 November 2025

Goldman Sachs Raksasa Wall Street yang Mengubah Keuangan Dunia

12 Min Read 15 Views
thumb

Ketika orang menyebut “Wall Street”, salah satu nama yang hampir selalu muncul adalah Goldman Sachs. Perusahaan ini bukan bank biasa yang melayani tabungan dan pinjaman seperti yang kita temui sehari-hari. Goldman Sachs adalah pemain besar di balik banyak keputusan keuangan penting di dunia, mulai dari perusahaan yang ingin go public, pemerintah yang menerbitkan obligasi, sampai investor besar yang mengelola ratusan miliar dolar.

Namun, nama Goldman Sachs juga tidak lepas dari kontroversi, mereka terlibat dalam krisis keuangan 2008, skandal 1MDB di Malaysia, hingga kritik soal kesenjangan ekonomi dan etika bisnis. Jadi, apa sebenarnya Goldman Sachs itu, bagaimana cara mereka menghasilkan uang, dan kenapa mereka sangat berpengaruh sekaligus banyak dikritik?

Artikel ini akan membahas Goldman Sachs dengan bahasa yang sederhana, tapi tetap mendalam, agar kamu bisa memahami peran dan “wajah ganda” salah satu lembaga keuangan paling berpengaruh di dunia ini.


Sejarah singkat, dari bisnis keluarga menjadi raksasa global

Goldman Sachs didirikan pada tahun 1869 oleh Marcus Goldman, seorang imigran asal Jerman yang memulai usaha sederhana dengan memperdagangkan wesel (promissory notes) di New York. Beberapa tahun kemudian, menantunya, Samuel Sachs, bergabung dan nama perusahaan berubah menjadi Goldman Sachs. Dari sinilah cikal bakal konglomerat keuangan global itu lahir.

Awalnya, Goldman Sachs berperan membantu perusahaan menerbitkan surat utang dan surat berharga lain. Seiring berkembangnya pasar keuangan Amerika, mereka mulai masuk lebih dalam ke bisnis penjaminan emisi (underwriting) dan menjadi salah satu pemain penting di pasar modal.

Selama abad ke-20, Goldman memperluas jangkauan ke berbagai kota keuangan besar seperti London, Hong Kong, dan Tokyo. Kini, Goldman Sachs memiliki puluhan ribu karyawan di berbagai negara dan termasuk di antara bank investasi terbesar di dunia dengan aset ratusan miliar hingga triliunan dolar AS yang dikelola.

Istilah “The Firm” sering dipakai oleh para pelaku pasar untuk menyebut Goldman Sachs yang menunjukkan reputasi mereka sebagai institusi yang sangat berpengaruh, tertutup, dan kuat di dunia keuangan.


Bidang usaha utama Goldman Sachs

Secara garis besar, bisnis Goldman Sachs saat ini terbagi dalam beberapa kelompok besar. Nama resmi divisi bisa berubah sedikit dari waktu ke waktu, tapi inti aktivitasnya relatif sama. Menurut penjelasan perusahaan, tiga pilar utama mereka adalah Global Banking & Markets, Asset & Wealth Management, dan Platform Solutions.

1. Global Banking & Markets

Ini adalah “jantung” aktivitas bank investasi tradisional Goldman Sachs. Di dalamnya ada beberapa layanan utama:

  • Investment banking (perbankan investasi): Goldman membantu perusahaan dan pemerintah melakukan:
  • IPO (Initial Public Offering): Ketika perusahaan pertama kali menjual saham ke publik.
  • M&A (Mergers & Acquisitions): Mengakuisisi atau bergabung dengan perusahaan lain.
  • Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya.

Di sini, Goldman mendapatkan fee (biaya jasa) dari nasabah karena memberikan nasihat strategis dan membantu mengeksekusi transaksi besar. Mereka bukan hanya “makelar”, tapi juga penasihat keuangan yang sangat dekat dengan manajemen puncak dan pemegang saham utama suatu perusahaan.

  • Global markets (perdagangan dan pasar modal): Divisi ini melakukan aktivitas jual-beli berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, mata uang, komoditas, dan derivatif (kontrak turunan seperti futures, options, dan lain-lain). Peran mereka ada dua:
  • Market making: Menyediakan likuiditas dengan siap membeli dan menjual instrumen tertentu sehingga pasar tetap hidup.
  • Proprietary / principal trading: Dalam batas regulasi, mereka juga mengambil posisi untuk kepentingan perusahaan sendiri.

Dari aktivitas ini, Goldman mendapat pendapatan dari spread (selisih harga jual–beli), fee, dan hasil trading.

2. Asset & Wealth Management

Disini mereka juga mengelola uang klien, bukan hanya uang Goldman saja. Kliennya bisa berupa investor institusi (dana pensiun, asuransi, sovereign wealth fund), perusahaan, hingga individu kaya.

Mereka menawarkan produk seperti:

  • Reksa dana, ETF, hedge fund, private equity, dan investasi infrastruktur.
  • Layanan pengelolaan kekayaan (wealth management) bagi individu berpendapatan tinggi dan ultra-high net worth.

Pendapatan utama divisi ini berasal dari management fee (biaya pengelolaan) yang biasanya berupa persentase dari total aset yang dikelola (AUM – Assets Under Management), dan terkadang performance fee jika hasil investasinya melampaui target tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Goldman mendorong pertumbuhan bisnis asset & wealth management karena dianggap lebih stabil, tidak terlalu volatil seperti trading, dan memberikan pendapatan fee jangka panjang.

3. Platform Solutions dan ekspansi ke perbankan ritel

Untuk waktu yang cukup lama, Goldman Sachs hanya bermain di dunia “wholesale” dengan klien berupa institusi besar. Tapi setelah krisis 2008, mereka mencoba masuk ke segmen konsumen melalui:

  • Marcus by Goldman Sachs: Platform bank digital yang menawarkan tabungan berbunga dan pinjaman tanpa agunan.
  • Kerja sama kartu kredit dengan Apple (Apple Card), dan produk keuangan konsumer lain.

Namun, ekspansi ke perbankan konsumer ini tidak semulus harapan. Bisnis pinjaman konsumer didera kerugian dan tekanan regulasi, sehingga Goldman kemudian memutuskan untuk menghentikan penawaran pinjaman tanpa agunan lewat Marcus dan menjual sebagian portofolionya, sekaligus mengurangi ambisi besar di bidang bank ritel.

Saat ini, Platform Solutions cenderung difokuskan ke area seperti transaction banking, layanan teknologi keuangan, dan kemitraan tertentu, sementara strategi besar mereka bergeser kembali ke kekuatan tradisional yaitu investment banking, markets, dan pengelolaan aset.


Bagaimana sebenarnya Goldman Sachs menghasilkan uang?

Jika disederhanakan, Goldman Sachs memperoleh pendapatan dari empat sumber utama:

1. Biaya jasa (fees) dari investment banking

Setiap kali mereka membantu suatu perusahaan melakukan IPO, right issue, merger, akuisisi, atau penerbitan obligasi, Goldman akan menerima fee yang besarnya bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta dolar per transaksi, tergantung skala dan kompleksitas.

2. Pendapatan perdagangan (trading & market making)

Di bisnis pasar modal, Goldman menghasilkan uang dari:

  • Selisih harga jual dan beli (bid–ask spread).
  • Fee dari menyediakan akses ke pasar dan produk derivatif yang kompleks.
  • Keuntungan dari posisi trading mereka sendiri (dalam batas regulasi yang ketat).

3. Biaya pengelolaan aset (management fee)

Dari bisnis asset & wealth management, mereka memperoleh pendapatan yang relatif stabil dalam bentuk persentase dari dana kelolaan. Semakin besar investor yang menitipkan dana, semakin besar pula pendapatan yang mereka terima.

4. Pendapatan bunga (interest income)

Goldman juga memberikan pinjaman (kepada klien korporasi, investor institusi, atau konsumen pada masa Marcus tumbuh agresif) dan memperoleh bunga dari kegiatan tersebut.


Peran Goldman Sachs dalam perekonomian

Walaupun sering dikritik, tidak bisa dipungkiri bahwa Goldman Sachs memegang peran penting dalam sistem keuangan modern:

  • Membantu perusahaan tumbuh: Ketika perusahaan ingin memperbesar skala bisnisnya, misalnya dengan membuka cabang baru, mengakuisisi kompetitor, atau mengembangkan teknologi baru maka mereka butuh modal besar. Goldman membantu mencari investor dan menyusun struktur pembiayaannya.
  • Mendukung pembiayaan pemerintah: Goldman juga membantu pemerintah menerbitkan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, sekolah, rumah sakit, jalan tol, dan proyek publik lainnya.
  • Menyediakan likuiditas di pasar keuangan: Tanpa pemain seperti Goldman Sachs, banyak pasar keuangan akan menjadi kering dan sulit bagi investor untuk membeli atau menjual aset dalam jumlah besar tanpa menggerakkan harga secara ekstrem.
  • Menyediakan riset dan analisis: Goldman memiliki tim riset yang kuat yang menganalisis ekonomi global, pasar saham, obligasi, hingga mata uang. Laporan ini menjadi referensi penting bagi investor institusional di seluruh dunia.

Namun, peran besar ini datang dengan risiko besar pula. Ketika mereka mengambil keputusan yang salah atau melanggar aturan, dampaknya bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk sistem keuangan global dan masyarakat luas.


Keterlibatan dalam krisis finansial 2008

Salah satu bab paling kontroversial dalam sejarah Goldman Sachs adalah krisis keuangan global 2008. Mereka terlibat dalam pembuatan dan penjualan produk keuangan yang sangat kompleks, seperti CDO (Collateralized Debt Obligations) yang berbasis pada kredit perumahan berisiko tinggi (subprime mortgage).

Salah satu kasus yang terkenal adalah produk bernama ABACUS 2007-AC1. SEC (otoritas pasar modal AS) menuduh Goldman salah mengomunikasikan informasi penting kepada investor terkait bagaimana portofolio CDO tersebut disusun dan siapa pihak yang berkepentingan di baliknya.

Pada tahun 2010, Goldman setuju membayar denda sebesar 550 juta dolar AS untuk menyelesaikan gugatan SEC dengan denda terbesar yang pernah dijatuhkan SEC kepada institusi Wall Street saat itu. Mereka juga mengakui bahwa materi pemasaran mereka berisi informasi yang tidak lengkap.

Krisis 2008 membuat masyarakat mempertanyakan apakah bank investasi seperti Goldman adalah bagian dari solusi atau justru bagian dari masalah. Banyak pihak menilai produk keuangan yang terlalu kompleks dan dorongan mengejar keuntungan jangka pendek ikut memicu gelembung kredit perumahan yang akhirnya meledak.


Skandal 1MDB luka besar di Asia Tenggara

Kontroversi besar lainnya adalah skandal 1MDB (1Malaysia Development Berhad), dana investasi negara Malaysia yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, tetapi justru dijarah hingga lebih dari 4,5 miliar dolar AS melalui skema korupsi dan pencucian uang yang rumit.

Goldman Sachs berperan penting dalam membantu 1MDB menerbitkan obligasi senilai total sekitar 6,5 miliar dolar AS dan memperoleh lebih dari 600 juta dolar AS dalam bentuk fee, angka yang sangat besar dibandingkan standar fee penjaminan obligasi pada umumnya.

Masalahnya adalah sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi tersebut kemudian diduga diselewengkan oleh pejabat 1MDB dan jaringan mereka. Seorang mantan banker Goldman, Tim Leissner, mengaku bersalah karena membantu melakukan suap dan pencucian uang, dan pada 2025 dijatuhi hukuman penjara di AS.

Untuk menyelesaikan kasus ini, Goldman Sachs menyetujui paket penyelesaian dengan pemerintah Malaysia senilai 3,9 miliar dolar AS, termasuk pembayaran tunai 2,5 miliar dolar AS dan jaminan pemulihan aset 1,4 miliar dolar AS. Selain itu, mereka juga membayar denda hampir 3 miliar dolar AS kepada otoritas AS dan negara lain.

Skandal 1MDB menunjukkan bagaimana peran bank global dapat menjadi sangat bermasalah ketika tata kelola, kepatuhan (compliance), dan pengawasan internal tidak berjalan baik, terutama saat berurusan dengan dana publik dan pejabat negara.


Perubahan regulasi dan dampaknya bagi Goldman Sachs

Setelah krisis 2008, AS dan banyak negara lain memperketat aturan untuk bank besar, terutama yang dianggap “too big to fail” (terlalu besar untuk dibiarkan bangkrut). Beberapa dampaknya bagi Goldman:

  • Kewajiban modal (capital requirement) yang lebih tinggi untuk menanggung risiko.
  • Pembatasan aktivitas proprietary trading (misalnya melalui Volcker Rule).
  • Kewajiban transparansi dan manajemen risiko yang lebih detail.

Aturan-aturan ini membuat bisnis trading yang dulu sangat menguntungkan menjadi lebih sulit dan mahal. Sebagai respons, Goldman mencoba menyeimbangkan portofolionya dengan memperkuat bisnis pengelolaan aset dan kekayaan yang lebih stabil dan “ringan” modal.


Eksperimen dan mundurnya Goldman Sachs dari bank digital konsumer

Langkah Goldman masuk ke perbankan konsumer lewat Marcus awalnya terlihat menjanjikan, mereka menawarkan tabungan online dengan bunga kompetitif dan pinjaman pribadi tanpa agunan. Tujuannya adalah memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang selama ini tidak digarap Goldman.

Namun, bisnis ini ternyata menelan kerugian besar dan menimbulkan pertanyaan apakah budaya dan keahlian internal Goldman cocok untuk bisnis bank ritel yang margin-nya tipis dan sangat sensitif terhadap biaya operasional, kualitas kredit, dan regulasi konsumen.

Pada 2023–2025, Goldman mulai:

  • Menghentikan pemberian pinjaman pribadi baru melalui Marcus.
  • Menjual sebagian portofolio pinjaman.
  • Meninjau ulang kemitraan kartu kredit dan fokus kembali ke bisnis inti.

Banyak analis melihat episode Marcus sebagai “pelajaran mahal” bahwa tidak semua ekspansi bisnis cocok dengan DNA perusahaan, sekalipun secara teori pasar tersebut menarik.


Goldman Sachs dan teknologi

Walaupun eksperimen di bank digital konsumer tidak berjalan mulus, Goldman tetap sangat kuat di sisi teknologi pasar modal. Mereka mengembangkan:

  • Platform trading dan risk management internal yang canggih.
  • Layanan digital untuk klien institusi seperti Marquee (platform analitik dan trading untuk nasabah profesional).

Selain itu, mereka memanfaatkan data dan model kuantitatif untuk:

  • Mengelola risiko portofolio dalam skala besar.
  • Mengembangkan produk derivatif yang kompleks namun disesuaikan dengan kebutuhan klien institusional.
  • Menyusun strategi investasi berbasis faktor dan algoritma.

Dalam arti tertentu, Goldman adalah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang keuangan dengan ribuan engineer dan quant bekerja di balik layar untuk memastikan sistem mereka stabil, cepat, dan akurat.


Reputasi, pengaruh politik, dan kritik publik

Goldman Sachs sering dituduh memiliki kedekatan yang terlalu erat dengan pemerintah, terutama di Amerika dan Eropa. Banyak mantan eksekutif Goldman yang kemudian menduduki posisi penting di pemerintahan, misalnya Menteri Keuangan atau penasihat ekonomi utama. Hal ini menimbulkan persepsi adanya “pintu putar” (revolving door) antara Goldman dan pemerintah, yang menurut pengkritik bisa menyebabkan konflik kepentingan dalam pembuatan kebijakan.

Perusahaan ini juga mendapat kritik keras soal:

  • Bonus dan gaji karyawan yang sangat tinggi, terutama bagi banker senior dan trader sukses, di tengah ketimpangan ekonomi global.
  • Produk keuangan kompleks yang dinilai lebih menguntungkan Wall Street dibandingkan perekonomian riil.
  • Peran mereka dalam krisis dan skandal, seperti 2008 dan 1MDB, yang kerugiannya ditanggung masyarakat luas.

Di sisi lain, Goldman berupaya memperbaiki citra melalui program tanggung jawab sosial, seperti inisiatif untuk mendukung wirausaha perempuan dan usaha kecil di berbagai negara.


Memandang Goldman Sachs secara lebih seimbang

Agar adil, kita perlu melihat Goldman Sachs dari dua sisi:

Sisi positif:

  • Membantu mengalirkan modal ke perusahaan dan proyek produktif.
  • Mendukung pemerintah membiayai pembangunan.
  • Menyediakan keahlian keuangan dan manajemen risiko yang dibutuhkan di sistem keuangan modern.

Sisi negatif

  • Dapat mendorong pengambilan risiko berlebihan demi keuntungan jangka pendek.
  • Bisa menyalahgunakan kekuatan pasar dan informasi jika pengawasan lemah.
  • Skandal besar seperti Abacus dan 1MDB menunjukkan masalah etika dan tata kelola yang serius.

Pelajaran pentingnya adalah ketika lembaga seperti Goldman Sachs beroperasi dengan tata kelola dan regulasi yang kuat, mereka bisa menjadi motor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun ketika kontrol melemah, dampak negatifnya dapat sangat luas bahkan lintas negara dan generasi.


Apa pengaruhnya bagi investor dan masyarakat biasa?

Bagi investor ritel, Goldman Sachs mungkin terdengar sebagai topik bahasan berat, karena ini “dunia besar” yang diisi institusi global dan miliaran dolar. Namun keputusan mereka bisa memengaruhi:

  • Pergerakan pasar saham dan obligasi dunia.
  • Stabilitas sistem keuangan global yang pada akhirnya berdampak ke nilai tukar, inflasi, dan lapangan kerja.
  • Arah kebijakan ekonomi, lewat analisis dan pengaruh mereka terhadap pembuat kebijakan.

Bagi masyarakat umum, memahami peran Goldman Sachs membantu kita lebih kritis melihat berita tentang krisis keuangan, bailout bank, atau skandal korupsi lintas negara. Kita jadi tahu bahwa di balik angka-angka besar dan istilah teknis, selalu ada dimensi manusia sebagai pekerja, pembayar pajak, dan warga negara yang menanggung akibatnya.


Goldman Sachs adalah contoh ekstrem dari kekuatan dan risiko sistem keuangan modern:

  • Ia adalah penasihat dan penyedia modal bagi banyak perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia.
  • Ia juga aktor penting dalam beberapa krisis dan skandal terbesar beberapa dekade terakhir.

Memahami Goldman Sachs berarti memahami bagaimana uang dalam skala raksasa bergerak, siapa yang mengendalikannya, dan bagaimana keputusan di ruang rapat di New York atau London bisa berdampak sampai ke proyek infrastruktur di Asia, Afrika, atau Amerika Latin.

Di era globalisasi dan keuangan digital, lembaga seperti Goldman Sachs tidak akan hilang. Tantangannya adalah bagaimana dunia regulator, investor, dan masyarakat bisa memastikan bahwa kekuatan besar ini digunakan lebih banyak untuk menciptakan nilai jangka panjang dan kesejahteraan bersama, bukan sekadar mengejar profit sesaat.

Artikel Terbaru

Video Terbaru